Program Perkuliahan Karyawan
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA SURABAYA

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA SURABAYA

STIESIA SURABAYA
Berita

Festival Riset dan Inovasi Surabaya 2026 Mahasiswa STIESIA Surabaya Pelajari Penerapan Hasil Riset

STIESIA Surabaya ikut Festival Riset dan Inovasi Surabaya 2026. Simak penerapan hasil riset, inovasi, kolaborasi, dan manfaat kegiatan bagi mahasiswa.

Festival Riset dan Inovasi Surabaya 2026 Mahasiswa STIESIA Surabaya Pelajari Penerapan Hasil Riset

Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga penelitian yang bisa digunakan untuk menjawab persoalan di masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dalam Festival Riset dan Inovasi Surabaya 2026, yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, industri, komunitas, dan masyarakat untuk mengenalkan berbagai hasil penelitian dan inovasi. Salah satu peserta kegiatan ini adalah STIESIA Surabaya.

Bagi mahasiswa STIESIA, festival yang berlangsung pada 25-26 Juli 2026 di Kebun Raya Mangrove Surabaya menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana hasil riset dapat dikembangkan menjadi inovasi. Mereka juga dapat mengenal berbagai teknologi, bertukar pengetahuan dengan peserta lain, serta memahami bahwa penelitian dapat memiliki manfaat di luar lingkungan kampus.

Festival Riset dan Inovasi Surabaya 2026 Jadi Ruang Kolaborasi

Festival Riset dan Inovasi Surabaya 2026 diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya dalam rangka memperingati HUT ke-3 Kebun Raya Mangrove (KRM). Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap penelitian, teknologi, pendidikan, dan lingkungan.

Lebih dari 70 perguruan tinggi, sekolah, dan komunitas lingkungan ikut memperkenalkan hasil penelitian maupun inovasi yang mereka kembangkan. Masyarakat pun dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah penelitian dapat dikemas menjadi produk atau media yang lebih mudah digunakan.

STIESIA Surabaya Dorong Hasil Riset agar Bisa Diterapkan

Keikutsertaan STIESIA Surabaya dalam Festival Riset dan Inovasi Surabaya 2026 menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat budaya penelitian. Arah tersebut sejalan dengan Rencana Strategis (Renstra) STIESIA 2025-2029 yang menempatkan penguatan penelitian sebagai salah satu prioritas pengembangan institusi.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) STIESIA, Dr. Nur Laily, M.Si., menyampaikan bahwa penelitian perguruan tinggi tidak seharusnya berhenti pada publikasi ilmiah. Hasil penelitian perlu dikembangkan agar dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Inovasi Berbasis Riset yang Dipamerkan

Salah satu daya tarik Festival Riset dan Inovasi Surabaya adalah berbagai inovasi yang diperkenalkan kepada masyarakat. Inovasi tersebut berasal dari bidang pendidikan, lingkungan, teknologi, hingga energi.

Beberapa inovasi yang ditampilkan antara lain:

  • Mangrove Throne, media pembelajaran interaktif berbasis geolocation yang mengajak anak-anak mengenal ekosistem mangrove melalui aktivitas luar ruang.
  • VR World Mangrove, teknologi realitas virtual yang memberikan pengalaman belajar mengenai kawasan mangrove.
  • Pirolisis, teknologi yang memanfaatkan proses pengolahan limbah menjadi sumber energi.
  • Terangin, generator listrik yang menggunakan tenaga angin sekaligus menjadi media edukasi energi terbarukan.
  • Brida Bright, inovasi pendidikan yang mendukung pembelajaran berbasis riset.
  • Brida Step, media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai inovasi.

Berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih dekat dengan kebutuhan pengguna. Riset tidak harus berhenti dalam bentuk laporan atau jurnal, tetapi dapat diterjemahkan menjadi teknologi maupun media pembelajaran.

Apa Manfaat Festival Riset bagi Mahasiswa STIESIA?

Bagi mahasiswa STIESIA, mengikuti kegiatan seperti Festival Riset dan Inovasi Surabaya memberikan pengalaman belajar di luar ruang kuliah. Mahasiswa dapat melihat langsung hubungan antara penelitian, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.

Beberapa manfaat yang bisa diperoleh mahasiswa yaitu:

  1. Memahami penerapan hasil penelitian, mahasiswa dapat melihat bagaimana hasil riset dikembangkan menjadi inovasi yang bisa digunakan.
  2. Menambah wawasan tentang teknologi, berbagai produk yang dipamerkan memperkenalkan mahasiswa pada cara baru menggunakan teknologi untuk pendidikan dan lingkungan.
  3. Mengenal proses kolaborasi, mahasiswa dapat melihat bagaimana perguruan tinggi bekerja sama dengan pemerintah, industri, komunitas, dan masyarakat.
  4. Mendapat ide untuk penelitian, persoalan yang ditemukan di lapangan dapat menjadi inspirasi untuk menentukan topik penelitian.
  5. Melatih kemampuan berpikir kritis, mahasiswa belajar mengamati masalah dan memikirkan kemungkinan solusi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.
  6. Mengenal perkembangan riset di luar kampus, mahasiswa dapat membandingkan penelitian dari berbagai institusi dan bidang.

Kebun Raya Mangrove Jadi Tempat Penelitian

Kebun Raya Mangrove Surabaya menjadi lokasi yang mendukung kegiatan penelitian karena kawasan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai living laboratory. Mahasiswa, dosen, dan peneliti dapat mempelajari lingkungan secara langsung, termasuk ekosistem mangrove, konservasi, perubahan iklim, dan energi terbarukan.

Konsep living laboratory membuat proses belajar tidak hanya mengandalkan buku atau materi perkuliahan. Lingkungan sekitar dapat menjadi objek pengamatan sekaligus sumber data untuk memahami persoalan yang sedang diteliti.  Selain menjaga lingkungan, kawasan tersebut dapat digunakan untuk pendidikan, penelitian, dan pengembangan inovasi.

Kolaborasi Riset Membuka Pengalaman Baru bagi Mahasiswa

Festival Riset dan Inovasi Surabaya juga memperlihatkan bahwa pengembangan penelitian membutuhkan kerja sama. Perguruan tinggi dapat berkolaborasi dengan pemerintah, industri, komunitas, maupun masyarakat untuk mengembangkan hasil penelitian sesuai kebutuhan.

Bagi mahasiswa, kolaborasi seperti ini memberikan pengalaman mengenal berbagai pihak yang terlibat dalam sebuah proyek penelitian. Mereka juga dapat belajar bahwa sebuah inovasi membutuhkan komunikasi dan kerja sama, bukan hanya kemampuan akademik.

Kesimpulan

Festival Riset dan Inovasi Surabaya 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat bagaimana hasil penelitian dapat diterapkan menjadi inovasi. Keikutsertaan STIESIA Surabaya juga memperlihatkan komitmen kampus dalam memperkuat budaya riset sekaligus membuka pengalaman belajar bagi mahasiswa melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Jika kamu ingin melanjutkan kuliah sambil mempersiapkan kemampuan akademik dan karier, Komunitas Kuliah dapat membantu menemukan informasi tentang berbagai pilihan pendidikan. Cari tahu program studi, biaya kuliah, jadwal perkuliahan, hingga pilihan Program Perkuliahan Karyawan (P2K) yang sesuai dengan kebutuhanmu melalui website stiesia.id dan ikuti juga InstagramTikTokLinkedIn, atau bergabung di Channel WhatsApp Komunitas Kuliah agar tidak ketinggalan informasi terbaru