Program Perkuliahan Karyawan
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA SURABAYA

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA SURABAYA

STIESIA SURABAYA
Jurusan

Cara Mengenali Minat sebelum Memilih S2 Manajemen

Pelajari cara mengenali minat sebelum memilih S2 Manajemen lewat pengalaman kerja, studi kasus, pertanyaan bisnis, dan eksplorasi bidang yang ingin didalami.

Cara Mengenali Minat sebelum Memilih S2 Manajemen

Setelah beberapa tahun bekerja, pertanyaan tentang pendidikan biasanya berubah.

Dulu mungkin pertanyaannya, “Saya cocok kuliah jurusan apa?” Setelah memiliki pengalaman profesional, pertanyaannya bisa menjadi lebih spesifik: “Bidang apa yang sebenarnya ingin saya pahami lebih dalam dari pekerjaan yang selama ini saya jalani?”

Pertanyaan ini penting ketika kamu sedang mempertimbangkan S2 Manajemen.

Seseorang bisa sudah terbiasa mengelola pekerjaan harian, berkoordinasi dengan tim, mengikuti keputusan perusahaan, atau menjalankan target bisnis. Namun, pengalaman tersebut belum tentu langsung menjawab apakah S2 Manajemen merupakan bidang yang ingin dipelajari lebih jauh.

Untuk mengenali minat, kamu tidak harus langsung menentukan konsentrasi atau topik penelitian.

Mulailah dari pengalaman kerja sendiri. Perhatikan aktivitas yang membuatmu penasaran, catat pertanyaan yang berulang, coba membaca persoalan bisnis secara lebih mendalam, kemudian hubungkan rasa ingin tahu tersebut dengan bidang yang dipelajari dalam S2 Manajemen.

 

Saat Mengelola Pekerjaan, Apa yang Ingin Kamu Pahami Lebih Jauh?

Dalam pekerjaan sehari-hari, mungkin kamu sudah terbiasa memastikan aktivitas berjalan sesuai rencana.

Ada target yang harus dicapai. Ada orang yang perlu dikoordinasikan. Ada masalah yang harus diselesaikan. Ada pula keputusan dari manajemen yang terkadang membuatmu bertanya mengapa perusahaan memilih satu arah dibandingkan pilihan lainnya.

Coba perhatikan pertanyaan yang sering muncul di kepalamu.

Mengapa satu strategi berhasil sementara strategi lain tidak?

Bagaimana pemimpin mengambil keputusan ketika kondisi bisnis berubah?

Mengapa sebuah tim mampu menjalankan perubahan dengan baik, sementara tim lainnya mengalami kesulitan?

Bagaimana perusahaan menentukan prioritas ketika sumber daya terbatas?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu dapat menjadi petunjuk awal mengenai minat.

Pada jenjang magister, kamu tidak hanya mempelajari bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan. Kamu mulai melihat persoalan dari tingkat yang lebih luas: organisasi, strategi, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan.

Karena itu, seseorang yang merasa kemampuan mengelola pekerjaan harian sudah berkembang tetapi ingin memahami persoalan strategis secara lebih mendalam dapat mulai mengeksplorasi S2 Manajemen.

Baca juga: Kenali Program S2 Manajemen STIESIA Surabaya

 

Gunakan Rutinitas Kerja untuk Mengenali Minat Manajemen

Pengalaman profesional sebenarnya menyediakan banyak bahan untuk mengenali minat belajar.

Coba lihat kembali pekerjaan yang sudah kamu jalani dalam beberapa bulan terakhir. Kemudian kelompokkan pengalaman tersebut menjadi tiga bagian.

Pertama, aktivitas yang membuatmu penasaran.

Misalnya, kamu menikmati saat menganalisis masalah bisnis, berdiskusi mengenai strategi, mengatur pekerjaan tim, atau mencari alasan mengapa suatu keputusan menghasilkan dampak tertentu.

Kedua, aktivitas yang hanya kamu jalankan karena merupakan tanggung jawab pekerjaan.

Kamu mungkin mampu melakukannya dengan baik, tetapi tidak memiliki keinginan untuk mendalaminya.

Ketiga, aktivitas yang ingin kamu pelajari lagi meskipun pekerjaan tersebut sudah selesai.

Bagian ketiga biasanya menarik untuk diperhatikan.

Misalnya, setelah mengikuti rapat mengenai perubahan strategi pemasaran, kamu masih mencari artikel mengenai perilaku konsumen. Setelah menghadapi persoalan koordinasi tim, kamu justru ingin memahami kepemimpinan. Atau setelah melihat keputusan ekspansi perusahaan, kamu mulai penasaran dengan proses penyusunan strategi bisnis.

Rasa ingin tahu yang terus muncul dapat membantu mempersempit bidang yang ingin dipelajari.

Kamu juga bisa membedakan empat hal: minat, kemampuan saat ini, tuntutan pekerjaan, dan tujuan perkembangan.

Seseorang bisa memiliki kemampuan mengelola tim karena tuntutan jabatan, tetapi ternyata lebih tertarik mendalami strategi bisnis. Sebaliknya, seseorang bisa bekerja di bidang operasional tetapi memiliki ketertarikan kuat pada kepemimpinan dan pengelolaan organisasi.

Dengan memisahkan empat hal tersebut, keputusan melanjutkan pendidikan tidak hanya berangkat dari jabatan yang sedang dimiliki.

 

Coba Membaca Studi Kasus Strategi Bisnis

Ada cara sederhana untuk menguji rasa ingin tahu tersebut.

Cari sebuah studi kasus bisnis yang relatif sederhana. Kasusnya bisa mengenai perusahaan yang menghadapi perubahan pasar, persoalan kepemimpinan, persaingan, pengembangan produk, atau perubahan strategi.

Setelah membacanya, jangan langsung mencari jawaban yang dianggap paling benar.

Tuliskan terlebih dahulu persoalan yang menurutmu paling menarik.

Misalnya:

“Mengapa perusahaan terlambat merespons perubahan pasar?”

“Bagaimana pemimpin menentukan strategi ketika informasi yang tersedia terbatas?”

“Bagaimana budaya organisasi memengaruhi keberhasilan sebuah perubahan?”

“Mengapa strategi yang berhasil pada satu perusahaan belum tentu berhasil pada perusahaan lain?”

Kemudian pilih satu pertanyaan yang paling membuatmu ingin mencari tahu lebih jauh.

Dari sinilah perbedaan antara sekadar membaca informasi dengan memiliki minat belajar mulai terlihat.

Jika sebuah persoalan membuatmu ingin mencari teori, melihat kasus lain, membandingkan keputusan, atau memahami penyebabnya secara lebih sistematis, berarti ada topik yang layak dieksplorasi.

Pada jenjang S2, rasa ingin tahu tersebut juga dapat berkembang menjadi pertanyaan penelitian.

Kamu belum perlu menentukan judul tesis. Cukup mulai dengan menemukan persoalan manajemen yang menurutmu penting untuk dipahami.

 

Cocokkan Rasa Ingin Tahu dengan Materi S2 Manajemen

Setelah menemukan beberapa pertanyaan, langkah berikutnya adalah memetakan pertanyaan tersebut ke bidang Manajemen.

Jika kamu sering tertarik pada arah perusahaan, persaingan, pengembangan bisnis, dan keputusan jangka panjang, kamu dapat mulai mengeksplorasi strategi bisnis.

Jika pertanyaanmu banyak berhubungan dengan cara seseorang memimpin, mengembangkan tim, atau mengelola perubahan dalam organisasi, bidang kepemimpinan dapat menjadi area yang menarik.

Sementara itu, jika kamu tertarik memahami sebuah persoalan berdasarkan data, membandingkan beberapa fenomena, dan mencari pola yang dapat dipertanggungjawabkan, kamu akan mulai bersentuhan dengan metode penelitian manajemen.

Inilah salah satu perbedaan penting antara pengalaman kerja dan pembelajaran pada jenjang magister.

Pengalaman memberi banyak kasus nyata.

Pendidikan membantu kamu mengubah pengalaman tersebut menjadi pertanyaan, menghubungkannya dengan konsep, menganalisisnya secara lebih sistematis, kemudian menyusun pertimbangan berdasarkan proses berpikir yang lebih terstruktur.

S2 Manajemen STIESIA Surabaya sendiri memperdalam bidang seperti strategi bisnis, kepemimpinan, keuangan, dan pemasaran.

Kamu dapat membaca gambaran programnya untuk melihat apakah materi yang tersedia berhubungan dengan pertanyaan yang selama ini muncul dari pengalaman profesionalmu.

Baca juga: Pelajari lebih lanjut S2 Manajemen STIESIA Surabaya

 

Minat S2 Manajemen Bisa Berawal dari Masalah yang Sering Kamu Temui

Tidak semua minat akademik muncul dari ketertarikan terhadap sebuah mata kuliah.

Bagi pekerja, minat justru sering muncul dari masalah.

Bayangkan seseorang yang selama beberapa tahun terlibat dalam pengelolaan bisnis.

Awalnya ia hanya bertanggung jawab memastikan pekerjaan berjalan. Setelah tanggung jawab berkembang, ia mulai melihat persoalan yang lebih besar.

Mengapa target yang sudah dirancang tidak selalu mampu diterjemahkan menjadi pekerjaan tim?

Mengapa keputusan yang terlihat baik di atas kertas terkadang sulit diterapkan?

Mengapa perubahan sederhana bisa mendapatkan penolakan dari anggota organisasi?

Pada tahap ini, seseorang mulai bergerak dari persoalan operasional menuju pertanyaan manajerial dan strategis.

Hal tersebut juga dapat menjadi cara mengenali apakah kamu tertarik melanjutkan ke jenjang magister.

Ambil satu masalah yang sering kamu temui di pekerjaan.

Lalu tanyakan:

Apa sebenarnya yang belum saya pahami dari masalah ini?

Pertanyaan itu dapat menghasilkan arah eksplorasi yang jauh lebih konkret dibandingkan sekadar bertanya apakah kamu “cocok” mengambil S2 Manajemen.

 

Dari Mengelola Pekerjaan Menuju Pertimbangan Strategis

Seiring bertambahnya pengalaman, ruang lingkup pekerjaan seseorang dapat ikut berubah.

Pada tahap awal, perhatian mungkin banyak diarahkan pada penyelesaian tugas.

Setelah tanggung jawab meningkat, seseorang mulai memikirkan bagaimana pekerjaan beberapa orang saling terhubung.

Pada tingkat berikutnya, pertanyaannya bisa berkembang menjadi: keputusan apa yang seharusnya diambil organisasi?

Perubahan perspektif tersebut membutuhkan kemampuan melihat persoalan dari beberapa sisi.

Keputusan bisnis, misalnya, tidak selalu cukup dilihat dari satu indikator. Ada kondisi pasar, sumber daya perusahaan, orang-orang di dalam organisasi, kemampuan keuangan, sampai konsekuensi jangka panjang yang perlu dipertimbangkan.

Itulah mengapa pekerja yang ingin berpindah dari pengelolaan aktivitas harian menuju tanggung jawab yang lebih strategis dapat mulai mengembangkan cara berpikir yang lebih luas.

Pengalaman kerja tetap menjadi modal penting karena kamu sudah mengenal situasi nyata.

Pembelajaran kemudian dapat digunakan untuk menguji asumsi, mengenal teori, mempelajari kasus lain, dan melihat sebuah persoalan melalui kerangka analisis yang lebih terstruktur.

Dari sini, tujuan kuliah juga menjadi lebih jelas.

Bukan hanya “ingin mengambil S2”, tetapi mengetahui kemampuan apa yang ingin dikembangkan melalui S2 tersebut.

 

Buat Satu Peta Minat dari Pengalaman Kerjamu

Sebelum menentukan program, kamu bisa membuat peta sederhana.

Ambil kertas atau catatan digital dan buat tiga bagian:

Pengalaman → Pertanyaan → Bidang yang ingin dipelajari

Contohnya:

Pengalaman: sering mengelola anggota tim dengan karakter berbeda.

Pertanyaan: bagaimana gaya kepemimpinan memengaruhi kinerja dan keterlibatan anggota tim?

Bidang yang ingin dipelajari: kepemimpinan dan organisasi.

Contoh lainnya:

Pengalaman: ikut dalam pembahasan target dan arah pengembangan bisnis.

Pertanyaan: bagaimana perusahaan menentukan prioritas strategi ketika kondisi pasar berubah?

Bidang yang ingin dipelajari: strategi bisnis.

Atau:

Pengalaman: perusahaan memiliki banyak data, tetapi keputusan masih sering berdasarkan kebiasaan.

Pertanyaan: bagaimana informasi dapat digunakan untuk membantu pengambilan keputusan manajemen?

Bidang yang ingin dipelajari: analisis dan penelitian manajemen.

Tidak perlu membuat banyak topik.

Satu atau dua pertanyaan yang benar-benar membuatmu penasaran sudah cukup untuk memulai eksplorasi.

 

Kenali S2 Manajemen Kelas Karyawan STIESIA Surabaya

Jika setelah melakukan eksplorasi tersebut kamu melihat bahwa strategi bisnis, kepemimpinan, dan pengelolaan organisasi memang menjadi bidang yang ingin dipahami lebih dalam, kamu dapat mulai melihat program pendidikan yang tersedia.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya atau STIESIA Surabaya memiliki Program S2 Manajemen Kelas Karyawan (P2K) dengan gelar Magister Manajemen (M.M.).

Program Studi S2 Manajemen STIESIA Surabaya tercatat memiliki akreditasi Unggul, begitu pula akreditasi institusinya.

Program ini memperdalam strategi bisnis, kepemimpinan, keuangan, dan pemasaran. Arah tersebut dapat relevan bagi profesional yang ingin mengembangkan kemampuan pengelolaan bisnis dan mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab organisasi yang lebih besar.

Perkuliahan menggunakan metode Hybrid Learning, yaitu pembelajaran yang mengombinasikan bentuk pembelajaran sehingga pekerja memiliki alternatif dalam menjalani kegiatan akademik.

Kelas malam tersedia pada:

Senin: 18.00–20.00

Selasa: 18.00–20.00

Rabu: 18.00–20.00

Kamis: 18.00–20.00

Jumat: 18.00–20.00

Pilihan kelas malam membuat proses belajar dapat ditempatkan setelah aktivitas kerja sehari-hari.

Untuk pembiayaan, data program mencantumkan biaya formulir Rp500.000 dan biaya herregistrasi Rp3.750.000.

Total biaya awal dalam simulasi sebesar Rp4.250.000. Tersedia pula simulasi enam kali angsuran sebesar Rp3.750.000 per bulan.

Baca juga: Informasi Program S2 Manajemen STIESIA Surabaya

Informasi kampus secara umum juga dapat dilihat melalui website resmi STIESIA Surabaya.

 

Mulai dari Pertanyaan yang Berasal dari Pengalamanmu Sendiri

Mengenali minat sebelum memilih S2 Manajemen tidak harus dimulai dari daftar konsentrasi atau langsung menentukan topik tesis.

Kamu bisa memulainya dari pekerjaan yang sudah dijalani.

Perhatikan aktivitas yang menarik perhatianmu. Catat persoalan yang terus membuatmu berpikir. Baca satu kasus bisnis. Kemudian lihat bidang apa yang ingin kamu pahami lebih dalam.

Pengalaman kerja membuatmu sudah memiliki bahan untuk belajar.

Pertanyaannya sekarang bukan hanya apa yang sudah kamu kerjakan, tetapi apa yang ingin kamu pahami lebih jauh dari pengalaman tersebut.

 

Jika pertanyaanmu mulai mengarah pada strategi bisnis, kepemimpinan, pengelolaan organisasi, atau proses pengambilan keputusan, kamu dapat melanjutkan eksplorasi dengan melihat materi yang dipelajari pada jenjang magister.

Pelajari S2 Manajemen di STIESIA Surabaya, lalu pilih materi yang paling ingin kamu dalami dari pengalaman kerjamu.