Program Perkuliahan Karyawan
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA SURABAYA

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA SURABAYA

STIESIA SURABAYA
Karier dan Pendidikan

Bukti Staf Pembukuan Siap Melanjutkan Kuliah Jurusan S1 Akuntansi

Kenali tanda staf pembukuan siap kuliah S1 Akuntansi lewat RPL, dari memilah bukti pengalaman kerja hingga menyiapkan studi sambil tetap bekerja.

Bukti Staf Pembukuan Siap Melanjutkan Kuliah Jurusan S1 Akuntansi

Bekerja sebagai staf pembukuan membuat seseorang terbiasa berhadapan dengan transaksi dan laporan keuangan.

Ada pemasukan yang harus dicatat.

Ada pengeluaran yang perlu diperiksa.

Ada dokumen transaksi yang harus disimpan.

Ada pula data yang nantinya digunakan untuk membantu penyusunan laporan keuangan.

Semakin lama bekerja, pengalaman tersebut biasanya semakin terstruktur.

Kamu mulai mengenali jenis transaksi.

Lebih terbiasa menggunakan spreadsheet atau aplikasi pembukuan.

Mengetahui dokumen apa yang diperlukan ketika suatu transaksi perlu ditelusuri kembali.

Namun, setelah pengalaman kerja semakin banyak, pertanyaan berikutnya bisa berubah.

Apakah pengalaman yang selama ini saya miliki dapat menjadi bagian dari proses melanjutkan pendidikan?

Dokumen apa yang dapat menunjukkan pengalaman tersebut?

Apakah catatan pekerjaan, pelatihan, atau bukti tugas yang pernah dilakukan relevan untuk jalur RPL?

Apa yang masih perlu saya pelajari meskipun sudah lama bekerja?

Pertanyaan seperti ini menunjukkan satu perubahan penting.

Kamu tidak hanya mulai mempertimbangkan kuliah.

Kamu mulai melihat pengalaman kerja secara lebih terstruktur dan mencoba memahami bagaimana pengalaman tersebut dapat dibawa ke proses pendidikan.

Bagi staf pembukuan, kondisi ini dapat menjadi salah satu tanda kesiapan melanjutkan S1 Akuntansi melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL.

 

Saat pengalaman pembukuan mulai membuatmu memikirkan pendidikan

Coba lihat kembali pekerjaan yang selama ini dilakukan.

Mungkin kamu sudah cukup lama mencatat transaksi.

Membantu menyiapkan laporan.

Mengelola dokumen.

Melakukan pencocokan data.

Atau menggunakan spreadsheet untuk mendukung pekerjaan keuangan.

Selama ini, semua aktivitas tersebut mungkin dianggap sebagai bagian biasa dari pekerjaan.

Namun, ketika mulai mempertimbangkan pendidikan, kamu dapat melihatnya dari sudut yang berbeda.

Apa sebenarnya yang sudah saya pelajari melalui pekerjaan ini?

Kemampuan apa yang sudah terbentuk?

Bagian mana yang masih perlu diperdalam?

Pertanyaan seperti ini penting.

RPL bukan sekadar tentang berapa lama seseorang bekerja.

Data program menunjukkan bahwa jalur RPL menggunakan penilaian terhadap pembelajaran atau pengalaman relevan.

Karena itu, kesiapan dapat mulai terlihat ketika kamu tidak hanya mengatakan:

“Saya sudah lama bekerja di pembukuan.”

Tetapi mulai mampu menunjukkan:

“Ini pengalaman yang saya miliki, ini pekerjaan yang pernah saya lakukan, dan ini bukti yang dapat saya siapkan untuk proses asesmen.”

 

Kamu mulai memilah pengalaman yang relevan

Pengalaman kerja biasanya sangat luas.

Tidak semuanya mempunyai hubungan yang sama dengan Akuntansi.

Karena itu, salah satu langkah awal adalah mulai memilah.

Misalnya selama bekerja kamu pernah:

mencatat transaksi;

mengelola dokumen keuangan;

membantu penyusunan laporan;

menggunakan spreadsheet;

menyiapkan data untuk pemeriksaan;

atau berhubungan dengan aktivitas administrasi keuangan lainnya.

Kamu dapat mulai menuliskannya satu per satu.

Tidak perlu langsung menentukan apakah pengalaman tersebut akan diakui melalui RPL.

Tahap awalnya adalah membuat gambaran yang jelas mengenai pengalaman yang memang kamu miliki.

Misalnya:

Pengalaman: mencatat transaksi harian.

Aktivitas: menerima dokumen, memeriksa informasi, lalu memasukkan transaksi.

Bukti yang mungkin tersedia: dokumen kerja yang diperbolehkan untuk digunakan, uraian tugas, sertifikat pelatihan, atau bentuk bukti lain yang relevan.

Dengan cara ini, pengalaman yang sebelumnya terasa tersebar mulai tersusun.

 

Kamu mulai membedakan pengalaman dengan bukti pengalaman

Mengatakan bahwa kamu pernah melakukan suatu pekerjaan berbeda dengan mempunyai bukti yang dapat menjelaskan pengalaman tersebut.

Misalnya seseorang mengatakan:

“Saya sudah menangani pembukuan selama beberapa tahun.”

Pernyataan tersebut memberikan konteks.

Namun, untuk proses penilaian RPL, kamu perlu mulai memahami bahwa pengalaman dapat perlu ditunjukkan melalui bukti yang relevan.

Bukti tersebut dapat berbeda tergantung kebijakan asesmen.

Karena itu, langkah paling aman bukan menebak dokumen apa yang pasti diterima.

Mulailah dengan menginventarisasi apa yang kamu miliki.

Misalnya:

surat pengalaman kerja;

uraian pekerjaan;

sertifikat pelatihan;

dokumen pendukung pekerjaan yang memang boleh digunakan;

atau bukti lain yang menunjukkan aktivitas dan pembelajaran yang pernah dijalani.

Kemudian bawa daftar tersebut ketika berkonsultasi mengenai RPL.

Tujuannya adalah mengetahui mana yang relevan untuk asesmen.

 

Kamu mulai melihat pekerjaan sebagai proses belajar

Salah satu perubahan cara berpikir yang cukup penting dalam RPL adalah melihat bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di ruang kelas.

Pekerjaan juga dapat memberikan pengalaman belajar.

Misalnya pada awal bekerja kamu belum memahami proses pencatatan.

Setelah beberapa waktu, kamu mulai mengetahui alurnya.

Kemudian mulai bisa menemukan kesalahan.

Lalu memahami hubungan antara dokumen dan pencatatan.

Perubahan tersebut menunjukkan adanya pembelajaran.

Kamu tidak hanya mengulang pekerjaan.

Ada pengetahuan dan kemampuan yang berkembang.

Coba pilih satu aktivitas yang sekarang terasa mudah.

Kemudian tanyakan:

Dulu, apa yang belum saya pahami?

Apa yang saya pelajari melalui pekerjaan?

Bagaimana kemampuan saya berubah?

Apa bukti yang menunjukkan perubahan tersebut?

Pertanyaan seperti ini membantu melihat pengalaman kerja sebagai proses belajar, bukan sekadar durasi bekerja.

 

Kamu mulai bisa menjelaskan tujuan melanjutkan S1 Akuntansi

Kesiapan juga terlihat ketika alasan melanjutkan pendidikan mulai semakin konkret.

Bukan hanya:

“Saya membutuhkan gelar S1.”

Tetapi:

“Saya ingin melengkapi pengalaman di bidang akuntansi dan keuangan dengan pendidikan S1 yang relevan.”

Atau:

“Saya ingin memperdalam penyusunan dan analisis laporan keuangan sambil melihat apakah pembelajaran dari pengalaman kerja dapat dinilai melalui jalur RPL.”

Tujuan seperti ini mempunyai dua sisi.

Ada pengalaman yang sudah dimiliki.

Ada pula pembelajaran yang masih ingin dikembangkan.

Keduanya penting.

RPL tidak perlu dipandang sebagai pengganti seluruh proses kuliah.

Justru kamu membawa pengalaman ke proses asesmen, kemudian melanjutkan pembelajaran berdasarkan hasil penilaian yang berlaku.

 

Kamu mulai tahu bagian Akuntansi yang masih ingin dipelajari

Pengalaman kerja tidak berarti semua bagian Akuntansi sudah dikuasai.

Mungkin kamu cukup familiar dengan pencatatan.

Namun, belum banyak memahami analisis laporan.

Mungkin sudah sering membantu menyiapkan dokumen, tetapi belum memahami audit secara lebih dalam.

Atau sudah bekerja dengan data keuangan, tetapi ingin memperkuat perpajakan.

Kamu dapat membuat pemetaan sederhana:

Sudah banyak ditemui dalam pekerjaan:

pencatatan transaksi;

dokumen keuangan;

spreadsheet;

laporan rutin.

Masih ingin diperdalam:

analisis laporan;

audit;

perpajakan;

dasar akuntansi yang lebih terstruktur.

Pemetaan seperti ini membantu melihat bahwa tujuan kuliah bukan hanya memperoleh pengakuan atas pengalaman.

Ada proses belajar baru yang masih ingin dijalani.

 

Kamu mulai membandingkan pengalaman dengan bidang yang dipelajari

Program S1 Akuntansi STIESIA Surabaya dalam sumber mempelajari pencatatan, pelaporan, audit, dan perpajakan.

Sekarang coba hubungkan dengan pengalamanmu.

Apakah pekerjaan banyak berkaitan dengan pencatatan?

Apakah kamu membantu pelaporan?

Pernahkah menyiapkan dokumen untuk pemeriksaan?

Apakah pekerjaan bersinggungan dengan data perpajakan?

Kamu dapat melihat informasi S1 Akuntansi STIESIA Surabaya sambil mencatat bagian yang dekat dengan pengalamanmu.

Tujuannya bukan menentukan sendiri apa yang akan diakui.

Tujuannya adalah mempersiapkan percakapan yang lebih terarah ketika mengikuti konsultasi atau asesmen RPL.

 

Kamu mulai membuat daftar pengalaman satu per satu

Daripada mencoba mengingat semua pengalaman sekaligus, buat daftar.

Misalnya:

Aktivitas 1: pencatatan transaksi.

Sudah dilakukan sejak: tuliskan sesuai pengalamanmu.

Hal yang dipelajari: ketelitian, klasifikasi, pengelolaan dokumen, atau hal lain yang memang kamu alami.

Bukti yang tersedia: tuliskan apa yang memang dimiliki.

Lanjutkan untuk aktivitas lain.

Misalnya:

pengelolaan spreadsheet;

penyiapan laporan;

rekonsiliasi;

pengelolaan dokumen;

atau aktivitas lain yang relevan dengan pekerjaanmu.

Daftar ini membantu membuat pengalaman menjadi lebih mudah dipahami.

 

Kamu mulai mengumpulkan bukti secara rapi

Setelah daftar pengalaman dibuat, kamu dapat mulai mencari bukti yang tersedia.

Jangan buru-buru menganggap semua dokumen pasti diterima dalam asesmen.

Yang lebih penting adalah mengumpulkan secara rapi.

Misalnya buat folder:

Pengalaman kerja

Pelatihan

Sertifikat

Uraian tugas

Bukti pekerjaan lain yang diperbolehkan

Kemudian beri nama file yang jelas.

Misalnya berdasarkan jenis dokumen atau tahun.

Kebiasaan sederhana ini akan membantu ketika nantinya perlu menunjukkan pengalaman yang dimiliki.

 

Kamu mulai memperhatikan kerahasiaan dokumen pekerjaan

Bekerja di bidang keuangan berarti sebagian dokumen dapat mengandung informasi sensitif perusahaan atau pihak lain.

Karena itu, jangan sembarangan membawa dokumen internal sebagai bukti.

Jika suatu dokumen mengandung informasi rahasia, tanyakan terlebih dahulu bentuk bukti apa yang dapat digunakan dengan aman dan sesuai ketentuan.

Kamu dapat menyiapkan daftar jenis bukti yang dimiliki tanpa langsung menyebarkan dokumennya.

Kemudian konsultasikan dengan pihak yang menangani RPL.

Langkah ini membantu menjaga proses persiapan tetap tertib.

 

Kamu mulai terbuka bahwa tidak semua pengalaman otomatis diakui

Ini merupakan bagian penting dari kesiapan.

Pengalaman kerja memang menjadi dasar yang relevan dalam jalur RPL.

Namun, hasil pengakuannya tetap bergantung pada proses penilaian.

Karena itu, sikap yang lebih realistis adalah:

“Saya akan menyiapkan pengalaman dan bukti yang relevan, kemudian mengikuti asesmen untuk mengetahui hasil pengakuannya.”

Bukan:

“Saya sudah bekerja sekian tahun, berarti otomatis mendapat pengakuan tertentu.”

Data sumber tidak memberikan angka pengakuan atau jumlah beban studi yang akan tersisa.

Maka, hasil tersebut perlu mengikuti proses asesmen program.

 

Kamu bersedia kembali belajar meskipun sudah berpengalaman

Pengalaman kerja dapat membuat beberapa materi terasa familiar.

Namun, kuliah tetap membutuhkan proses belajar.

Ada bacaan.

Ada tugas.

Ada diskusi.

Ada latihan.

Dan mungkin ada materi yang selama ini belum pernah ditemui dalam pekerjaan.

Karena itu, salah satu tanda kesiapan adalah bersedia kembali belajar dari dasar ketika dibutuhkan.

Misalnya mengulang akuntansi dasar.

Memperkuat matematika bisnis.

Mengembangkan kemampuan menggunakan spreadsheet.

Bukan karena pengalamanmu tidak berharga.

Justru fondasi tersebut membantu menghubungkan pengalaman dengan pembelajaran akademik.

 

Kamu mulai memperkuat akuntansi dasar

Staf pembukuan sering sudah mengenal banyak praktik akuntansi.

Namun, sebagian hal mungkin dipelajari melalui kebiasaan kerja.

Kuliah dapat memberi kesempatan untuk memahami konsep di baliknya.

Misalnya:

Mengapa transaksi diperlakukan dengan cara tertentu?

Bagaimana pencatatan terhubung dengan laporan?

Mengapa klasifikasi akun penting?

Bagaimana kesalahan pencatatan dapat memengaruhi informasi berikutnya?

Pertanyaan seperti ini dapat digunakan sebagai bahan awal belajar.

 

Kamu mulai memperkuat matematika bisnis

Data program juga menunjukkan perlunya menguatkan matematika bisnis.

Kamu dapat memulai dari hal yang sederhana.

Persentase.

Perbandingan.

Perubahan nilai.

Perhitungan dasar yang sering digunakan dalam pekerjaan.

Tidak harus langsung kompleks.

Tujuannya adalah kembali membangun kenyamanan bekerja dengan angka.

 

Kamu mulai mengembangkan penggunaan spreadsheet

Spreadsheet sudah menjadi alat yang cukup dekat dengan pekerjaan keuangan.

Jika selama ini lebih banyak digunakan untuk input, kamu dapat mulai mengembangkan penggunaannya.

Misalnya menyusun data lebih rapi.

Menggunakan formula dasar.

Membandingkan informasi.

Membuat ringkasan sederhana.

Kegiatan seperti ini dapat membantu membangun kebiasaan belajar sambil tetap dekat dengan pekerjaan.

 

Kamu memahami hubungan S1 Akuntansi dengan pengalaman kerja

Program S1 Akuntansi STIESIA Surabaya dalam data sumber mempelajari pencatatan, pelaporan, audit, dan perpajakan.

Bagi staf pembukuan, bidang tersebut mempunyai hubungan langsung dengan banyak pengalaman sehari-hari.

Kamu mungkin sudah terbiasa merekam transaksi.

Membantu laporan keuangan.

Mengelola dokumen.

Atau bekerja dengan data.

Melalui jalur RPL, pengalaman pembelajaran yang relevan dapat diajukan untuk dinilai melalui asesmen.

Kamu dapat mempelajari RPL S1 Akuntansi STIESIA Surabaya sebagai bahan awal sebelum berkonsultasi lebih lanjut.

Saat melihat program, pisahkan dua hal:

Apa yang sudah saya pelajari melalui pengalaman?

dan

Apa yang masih ingin saya pelajari melalui kuliah?

Dua pertanyaan tersebut membuat tujuan pendidikan menjadi lebih jelas.

 

Kamu mulai menyiapkan penjelasan tentang pengalamanmu sendiri

Saat berkonsultasi mengenai RPL, kemampuan menjelaskan pengalaman secara runtut dapat membantu.

Cobalah latihan sederhana.

Pilih satu pekerjaan.

Kemudian jelaskan:

Apa tugasnya?

Apa yang kamu lakukan?

Apa yang dipelajari?

Bagaimana kemampuan tersebut berkembang?

Bukti apa yang tersedia?

Tidak perlu menggunakan bahasa akademik yang rumit.

Gunakan pengalaman yang memang kamu miliki.

Semakin jelas ceritanya, semakin mudah pengalaman tersebut dipahami.

 

Kamu mulai membangun kebiasaan belajar lagi

Walaupun jalur yang dipertimbangkan adalah RPL, kamu tetap sedang mempersiapkan diri menjadi mahasiswa.

Mulailah membangun ritme.

Misalnya dua kali seminggu.

Satu sesi untuk mengulang akuntansi dasar.

Satu sesi untuk membaca atau latihan.

Pada waktu lain, gunakan beberapa menit untuk merapikan catatan pengalaman dan bukti yang dimiliki.

Kebiasaan seperti ini membantu dua hal sekaligus.

Persiapan asesmen menjadi lebih rapi.

Dan kesiapan belajar juga mulai terbentuk.

 

Kamu mulai menyiapkan waktu kuliah sambil bekerja

Data program mencantumkan kelas malam:

Senin: 18.00–20.00
Selasa: 18.00–20.00
Rabu: 18.00–20.00
Kamis: 18.00–20.00
Jumat: 18.00–20.00

Bagi pekerja, waktu mulai pukul 18.00 perlu dimasukkan ke perencanaan.

Jam berapa biasanya pekerjaan selesai?

Berapa lama perjalanan?

Apakah akhir bulan membuat pekerjaan pembukuan lebih padat?

Apakah terdapat periode ketika laporan membutuhkan waktu lebih lama?

Selain kelas, kamu juga perlu menyiapkan waktu untuk tugas dan belajar mandiri.

Kesiapan tidak berarti semua waktu sudah kosong.

Yang lebih penting adalah kamu mulai mengetahui perubahan apa yang perlu dilakukan.

 

Kamu mulai memahami pola Hybrid Learning

Data program mencantumkan metode Hybrid Learning.

Bagi pekerja, detail pelaksanaannya perlu dipahami lebih lanjut.

Kamu dapat menanyakan:

bagaimana pertemuan langsung dan daring dilakukan;

apakah seluruh jadwal Senin–Jumat pukul 18.00–20.00 berlangsung dengan pola yang sama;

bagaimana sistem kehadiran;

serta bagaimana tugas dan kegiatan akademik lainnya dijalankan.

Informasi awal dapat dilihat melalui halaman S1 Akuntansi STIESIA Surabaya.

Bagian yang belum jelas dapat dicatat untuk konsultasi.

 

Kamu mulai menyiapkan biaya pendidikan

Data program mencantumkan:

Biaya formulir: Rp250.000

Herregistrasi: Rp4.950.000

Sehingga total biaya awal sebesar Rp5.200.000.

Tersedia pula simulasi enam kali angsuran sebesar Rp1.575.000 per bulan.

Selain biaya tersebut, kamu dapat memperhitungkan kebutuhan pribadi lainnya.

Transportasi.

Internet.

Perangkat.

Buku atau bahan belajar.

Serta kebutuhan akademik lain yang mungkin muncul.

Karena jalur yang dipilih adalah RPL, informasi mengenai asesmen, pengakuan pembelajaran, dan beban studi setelah asesmen juga dapat dimasukkan ke daftar pertanyaan saat berkonsultasi.

 

Kamu mulai menyiapkan dukungan dari orang sekitar

Kuliah sambil bekerja akan mengubah sebagian rutinitas.

Waktu malam yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan lain dapat menjadi waktu kelas.

Ada juga tugas dan belajar mandiri.

Karena itu, komunikasi dengan keluarga atau orang terdekat dapat membantu.

Jika diperlukan, rencana pendidikan juga dapat dibicarakan dengan pihak yang relevan di tempat kerja.

Tujuannya adalah membangun pola yang memungkinkan pekerjaan dan pendidikan berjalan lebih teratur.

 

Empat pertanyaan untuk melihat kesiapanmu

Tidak ada skor tertentu yang menentukan staf pembukuan sudah siap melanjutkan S1 Akuntansi melalui RPL.

Namun, empat pertanyaan berikut dapat membantu:

  1. Apakah saya sudah dapat menjelaskan pengalaman akuntansi atau keuangan yang memang saya miliki?
  2. Apakah saya mulai memilah bukti pengalaman yang mungkin relevan untuk proses asesmen RPL?
  3. Apakah saya masih mempunyai tujuan belajar yang jelas setelah pengalaman kerja tersebut?
  4. Apakah saya mulai menyiapkan waktu, biaya, dan rutinitas belajar sambil bekerja?

Tidak seluruh jawabannya harus sempurna.

Kesiapan dapat dibangun secara bertahap.

Yang penting, pengalaman kerja mulai ditata dan kebutuhan belajar semakin jelas.

 

Pengalaman pembukuan dapat menjadi modal menuju RPL

Ketika mempertimbangkan RPL, pengalaman kerja bukan sekadar cerita tentang berapa tahun seseorang bekerja.

Yang lebih penting adalah apa yang dipelajari melalui pengalaman tersebut dan bagaimana pembelajaran itu dapat ditunjukkan dalam proses penilaian.

Sebagai staf pembukuan, kamu mungkin sudah pernah:

merekam transaksi;

mengelola dokumen;

menggunakan spreadsheet;

membantu laporan keuangan;

atau menjalankan aktivitas lain yang relevan.

Pengalaman tersebut dapat menjadi titik awal untuk menyusun bukti pembelajaran.

Namun, hasil akhirnya tetap mengikuti asesmen.

Karena itu, persiapan terbaik adalah mengumpulkan pengalaman secara jujur, rapi, dan relevan.

 

Langkah kesiapan berikutnya bersama STIESIA Surabaya

Bagi staf pembukuan dan pekerja bidang akuntansi atau keuangan yang ingin melanjutkan pendidikan sambil tetap bekerja, salah satu program yang dapat dipelajari adalah Kelas Karyawan STIESIA Surabaya melalui RPL S1 Akuntansi.

Program Studi S1 Akuntansi pada data yang tersedia tercatat berakreditasi Unggul.

Institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya juga tercatat berakreditasi Unggul.

Lulusan memperoleh gelar Sarjana Akuntansi (S.Ak.).

Program menggunakan metode Hybrid Learning dengan jadwal kelas malam:

Senin: 18.00–20.00
Selasa: 18.00–20.00
Rabu: 18.00–20.00
Kamis: 18.00–20.00
Jumat: 18.00–20.00

Biaya awal dalam data program tercatat sebesar Rp5.200.000, terdiri dari formulir Rp250.000 dan herregistrasi Rp4.950.000.

Tersedia pula simulasi enam kali angsuran sebesar Rp1.575.000 per bulan.

Kamu dapat mempelajari informasi bidang studinya melalui Program RPL S1 Akuntansi STIESIA Surabaya.

Informasi mengenai kampus dan program lainnya juga tersedia melalui website STIESIA Surabaya.

Sebelum mengambil langkah berikutnya, coba buat tabel sederhana dengan empat kolom:

Pengalaman

Apa yang saya pelajari

Bukti yang saya miliki

Hal yang masih ingin saya pelajari

Misalnya:

Pengalaman: mencatat transaksi.

Pembelajaran: memahami proses pencatatan dan dokumen pendukung.

Bukti: tuliskan bukti yang memang kamu miliki dan boleh digunakan.

Masih ingin dipelajari: hubungan pencatatan dengan analisis laporan.

Lakukan untuk beberapa pengalaman utama.

Setelah itu, gunakan daftar tersebut sebagai bahan ketika mempelajari kembali RPL S1 Akuntansi STIESIA Surabaya dan berkonsultasi mengenai proses asesmen.

 

Tanda siap melanjutkan kuliah melalui RPL tidak berarti kamu harus sudah mengetahui berapa banyak pembelajaran yang akan diakui.

Bagi staf pembukuan, kesiapan dapat terlihat ketika pengalaman kerja mulai dapat dijelaskan dengan jelas, bukti pembelajaran mulai ditata, tujuan belajar masih kuat, dan kamu bersedia mengikuti proses asesmen untuk mengetahui pengakuan yang sesuai.

Pengalaman kerja selama ini sudah memberikan banyak pembelajaran.

Langkah berikutnya adalah menata pengalaman tersebut dengan lebih terstruktur dan melihat bagaimana ia dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju S1 Akuntansi.